Tampilkan postingan dengan label peluang bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2009

Bakpia, Makanan Lezat dari Yogyakarta


Peluang usaha di bidang pangan pembuatan bakpia. Peluang usaha kecil di bidang ini tidak akan pernah mati disamping itu usaha modal kecil.

Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Saat kita menyebut nama bakpia, pastilah pikiran kita tertuju ke Yogyakarta. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit jika dimakan ini dikenal dengan nama pia atau kue pia.

Isi bakpia bisa menyesuaikan dengan keinginan konsumen di antaranya cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok, Yogyakarta.

Entah sejak kapan bakpia mulai dibuat, yang jelas bakpia sangat lekat dengan kota Jogja. Rasanya yang legit karena terbuat dari campuran kacang hijau dan gula pasir lalu dibungkus dengan adonan tepung dengan sedikit minyak nabati.

Pilihan bahan alami dan racikan yang pas membuat bakpia menjadi oleh-oleh khas Jogja untuk orang-orang tercinta di kampung halaman. Dalam kondisi normal, ketahanan bakpia bisa sampai 1 bulan tanpa bahan pengawet dan penyimpanan dalam suhu ruang yang baik.

Sentra Bakpia Pathok
Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY, sepanjang tahun 2007 sedikitnya 46 persen dari total 75.140 industri kecil di provinsi ini bergerak di bidang pengolahan makanan. Sebagian di antaranya adalah industri yang menghasilkan produk makanan bakpia.

Jumlah industri kecil pembuat bakpia sebenarnya relatif sedikit. Di seluruh DIY tercatat hanya ada 131 usaha kecil bakpia, tak sampai satu persen dari total 34.628 industri kecil makanan di provinsi ini

Salah satu sentra bakpia yang cukup populer adalah sentra bakpia Pathok. Untuk mencapai sentra bakpia ini tidaklah sulit. Jika anda saat ini berada di kawasan malioboro, cukup dengan Rp5000,- anda akan diantar becak pulang pergi, dengan membawa aneka rasa bakpia. Lokasinya yang cukup dekat dengan kawasan Malioboro menjadikan Pathok tak pernah sepi pengunjung.

Pathok adalah salah satu sentra bakpia yang cukup terkenal dari masa ke masa. Bahkan beberapa konsumen telah memiliki merek tertentu sebagai langganannya. Di sepanjang jalan KS Tubun ini setiap rumah memiliki usaha pembuatan bakpia mulai dari skala rumah tangga hingga skala industri.

Anda akan dengan mudah menemukan toko-toko penjaja bakpia di sekitar jalan tersebut. Merek dari bakpianya sendiri adalah nomor rumah yang dipatenkan. Jadi jangan heran saat anda membeli bakpia di rumah nomor 25 maka merek bakpianya juga 25, rumah nomor 75 dengan bakpia 75 atau bahkan nomor rumah 175 dengan bakpia 175.

Bakpia Kurnia 747
Dalam persaingan penjualan Bakpia Pathuk yang begitu ketat (sepanjang jalan KS Tubun kurang lebih 800 m hampir semua jualan Bakpia) ada sebuah merek Bakpia yaitu Bakpia Kurnia yang mempunyai nilai kompetitif tersendiri.

Usaha bakpia ini digeluti Subardini, warga asli Pathok dari tahun 92. Pada awal memulai usaha ini, Ibu subardini tidak hanya membuat bakpia, tetapi juga membuat yangko. Namun dengan bertambahnya pesanan dari pelanggan, ibu yang akrab dipanggil bu Dini ini, mengoper usaha yangkonya ke adiknya.

Bertempat dikawasan sentra, satu wilayah disepanjang jalan KS. Tubun, tak membuat bu Dini kesulitan dicari oleh para penikmat bakpia dari dalam ataupun luar kota.

Punya Keunggulan Tersendiri
Produk dengan label Bakpia Kurnia 747 ini diakuinya mempunyai keunggulan dibandingkan yang lainnya. Selain pemilihan bahan baku yang berkwalitas, yang dibelinya di salah satu unit dagang di jalan KS. Tubun, bakpia Kurnia memiliki ukuran yang agak lebih besar dengan isi yang padat namun kulit yang tipis. Isinyapun bulat seragam karena hasil cetakan bukan bentukan dari tangan.

Dengan harga Rp.13.000,- kita sudah bisa merasakan bakpia isi kacang hijau, 20buah perdusnya atau bakpia kering dengan isi 15buah. Bakpia Kurnia selain dicari oleh pelanggannya dari dalam kota juga sudah mempunyai banyak pelanggan dari Kalimantan, Papua, Bengkulu bahkan sudah pernah dikirim keluar negeri.

Padahal promosi yang dilakukan belum begitu banyak dan hanya cerita dari mulut ke mulut orang saja. Kerepotan, satu hal itulah yang dirasakan bu Dini jika mendapat banyak pesanan.

Simulasi Usaha Pembuatan Bakpia
Estimasi Biaya 1bulan
Bahan:
Kacang hijau 4 kwintal : Rp.4.800.000,-
Terigu 300kg 12 zak (@160.000,-) : Rp.1.920.000,-
Gula 12 karung (@275.000,-) : Rp.3.300.000,-
Mentega 2 karton (@130.000,-) : Rp. 260.000,-
Minyak goreng 150 liter : Rp.1.500.000,-

Total : Rp.11.780.000,-

Operasional Tenaga 4 orang : Rp.3.000.000,-

Omset 1juta/hari : Rp.30.000.000,-

Keuntungan: Rp.30.000.000-(11.780.000+3.000.000) Rp.14.780.000,-

Peluang usaha kecil dengan modal kecil diatas semoga menjadi inspirasi anda
Bahan:

Bahan A:
250 g tepung terigu berprotein rendah (cap Kunci Biru)
75 ml minyak sayur
150 ml air
½ sdt garam

Bahan B:
250 g tepung terigu berprotein rendah (cap Kunci Biru)
150 ml minyak sayur

Isi :
100 ml minyak sayur
500 g kacang hijau kupas, kukus
500 g gula pasir
½ sdt vanili bubuk

Cara membuat:

Campur semua bahan A hingga rata. Sisihkan.
Campur semua bahan B hingga rata. Sisihkan.
Gilas adonan bahan A dengan gilasan kue hingga tipis.
Gilas adonan bahan B dengan gilasan kue hingga tipis. Potong menjadi
dua.

Taruh ½ bagian adonan B di atas adonan A, lipat lalu gilas.

Taruh sisa adonan B di atasnya, gilas kembali hingga tipis.

Gulung adonan hingga berbentuk silinder. Potong menjadi 2 bagian.

Potong-potong tiap bagian melintang 1 cm.

Tipiskan tiap potongan adonan, isi dengan adonan isi. Bulatkan hingga
rapi.

Taruh di atas loyang, semir dengan kuning telur, panggang dalam oven
panas selama 30 menit hingga kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.

Isi : Panaskan minyak, masukkan kacang hijau, gula, dan vanili. Aduk-
aduk hingga licin dan rata. Angkat dan dinginkan.

Untuk 22 buah

Sulap Limbah Jadi Bisnis

Bagi orang lain, kulit ikan berakhir jadi limbah. Namun, Wildan Mathlubi menyulapnya menjadi bisnis yang tak pernah terpikirkan orang lain.

Ide memanfaatkan limbah kulit ikan terbersit saat dirinya praktik kerja lapang (PKL) di sebuah perusahaan fillet ikan di Bogor. Saat itu, puluhan kilo kulit ikan hasil pengolahan terbuang percuma setiap hari. ”Saya kemudian mencoba mengembangkan teknologi sederhana untuk meningkatkan nilai tambahnya,” jelas Willy, sapaan akrabnya. Lewat penelitian yang sekaligus bahan penyusunan skripsi di Jurusan Teknologi Perikanan, IPB, ia mencari cara mengolah bahan yang banyak terbuang itu.

Berbekal ilmu pengolahan yang didapatkan selama PKL, Willy memberanikan diri membuka bisnis olahan kerupuk kulit ikan. Bermodal awal Rp200 ribu, ia yang saat itu masih berstatus mahasiswa, membeli kulit ikan patin dan kakap sebanyak 10 kg sebagai bahan baku. Kerupuk ikan hasil olahannya ternyata cukup diminati konsumen. Tak menduga respon produknya cukup baik, permintaan terus mengalir ke CV Alfa Dinar miliknya. Omzetnya pun terus menggembung dan sekarang mencapai Rp10 juta—Rp15 juta per bulan.

Tanpa Pengawet

Pengusaha muda yang baru berusia 25 tahun itu, kini mempekerjakan delapan orang karyawan. Produksinya meliputi empat kuintal kulit ikan patin, empat kuintal kulit ikan kakap, dan satu kuintal fillet ikan. Kerupuk kulit ikan buatannya dipasarkan hingga ke Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Purwakarta, dan Surabaya.

Willy juga memasarkan produknya lewat ajang pameran. Lewat kegiatan inilah ia banyak mendapat order keluar Bogor. Untuk wilayah Bogor, pemasarannya sudah merambah ke sejumlah minimarket yang ada di kota tersebut. “Nanti saya akan coba pasarkan melalui hypermarket yang ada di mal-mal,” harapnya.

Lebih lanjutnya mengenai liputan ini baca di Tabloid AGRINA versi Cetak volume 4 Edisi No. 87 yang terbit pada Rabu, 17 September 2008.

(Sumber : http://willycafe.blogspot.com/)


Selasa, 18 Agustus 2009

Keripik Tahu, Alternatif Cemilan Sehat dari Pekalongan


Apa yang bisa dilakukan dengan tahu? Digoreng untuk dijadikan lauk, dibuat pepes tahu, bacem tahu dan lain-lain. Mungkin itu yang akan terbayang. Tapi tahukah anda jika tahu tidak hanya lezat dijadikan lauk menu sehari-hari tetapi juga dapat diolah menjadi makanan ringan yang gurih dan lezat ? Seperti halnya tempe, sebagai sahabat karibnya, tahu juga bisa dibuat keripik. Bagaimana ya rasanya? Seperti keripik tempe, keripik tahu juga gurih dan renyah. Bumbu dan cara pembuatannyapun tidak jauh berbeda.

Keripik adalah makanan ringan (snack food) yang tergolong jenis makanan crackers, yaitu makanan yang bersifat kering renyah (crispy). Keripik memang cemilan yang cukup digemari masyarakat kita, mulai dari anak – anak hingga ke orang tua. Makanan ringan yang gurih dan renyah ini memang cocok menjadi cemilan / teman saat berkegiatan, serta dapat pula dimakan sebagai pengganti lauk pauk.

Jika Anda ingin mencicipi keripik tahu ini, cobalah berkunjung ke Pekalongan. Di daerah Pekalongan, keripik tahu sudah menjadi cemilan khas daerah sebagai salah satu alternatif makanan ringan yang sehat dan alami. Di toko makanan atau oleh-oleh di Pekalongan, keripik tahu biasanya dipajang di etalase bersama jajanan lainnya. Seperti halnya keripik tempe, keripik tahu tak hanya renyah, namun juga menyehatkan karena terbuat dari bahan alami, yaitu kedelai. Prosesnya juga dilakukan secara alami tanpa bahan pengawet atau kimia.

Dikutip dari Harian Suara Merdeka, Keripik tahu bahkan telah meraih penghargaan sebagai salah satu makanan sehat dalam Festifal Makanan Tradisional 2000 yang digelar Pemprov Jateng. Hal ini karena baik bahan maupun proses pembuatannya dilakukan tanpa bahan kimia.

Peluang pasar keripik tahu ini sangat baik, mengingat jumlah peminat cemilan keripik cukup banyak ditambah tingkat persaingan yang masih rendah. Tertarik ingin mencoba usaha keripik tahu? Berikut disajikan cara pembuatan keripik tahu.

Pembuatan Keripik Tahu

  • Olah kedelai menjadi tahu dengan cara masak kedelai sebanyak 12 kg selama 1,5 jam.
  • Setelah matang, kedelai dipress selama 5-10 menit untuk menghilangkan airnya.
  • Masukan kedelai yang telah ditiris tersebut ke dalam mesin selep (mesin pelumas/panghalus).
  • Campur kedelai halus dengan bumbu seperti garam, soda kue dan keju sebanyak 100 gr dan masukkan ke mesin pembulat hingga membentuk tahu berbentuk bulat dan diamkan selama 12 jam.
  • Goreng tahu selama 3-5 menit. Jika telah matang yang ditandai dengan kulit tahu berwarna kekuningan lalu anghkat dan tiriskan.
  • Potong tahu menjadi 2 bagian lalu keluarkan isi tahu tersebut sehingga tersisa bagian kulit tahu.
  • Goreng kembali kulit tahu tersebut sampai kering dengan ciri keripik matang yaitu kulit tahu berwarna coklat keabuan. Angkat dan tiriskan.
  • Stelah dingin, Kerupuk Tahu siap dikemas dan siap di distribusikan.

(Sumber : www.bisnisukm.com)

Info Usaha Anda

Selamat datang
Blog Info Usaha ini ada untuk memberikan inspirasi, motivasi, dan solusi bisnis Anda. Melalui blog ini diharapkan Anda sebagai enterpreneur muda dapat termotivasi untuk membangun sebuah usaha. Dalam blog ini diharapkan bisa menjadi sebuah komunitas bagi para enterpreneur untuk saling memberikan ide dan masukan.

Salam Sukses